Sejarah Perdosri

oleh

Dr. Raden Soeharso, seorang ahli bedah Palang Merah Indonesia semasa Perang Dunia Kedua, yang memiliki visi untuk memulihkan para pejuang cacat korban perang untuk kembali ke masyarakat.

Dengan semangat kebangsaan yang tinggi, Dr. Soeharso bersama dengan seorang teknisi, yaitu Bapak R. Soeroto Reksopranoto, merintis pembuatan kaki atau tangan tiruan (prostesis) di garasi mobil di halaman belakang Rumah Sakit Umum Surakarta tahun 1947.

Melalui program perintisan yang heroik, Dr. Soeharso telah memperlihatkan komitmen keteguhannya untuk menyediakan prostesis dan latihan vokasional bagi para penyandang cacat, baik mantan pejuang maupun rakyat sipil. Keberhasilannya dalam menerapkan prinsip-prinsip Fserta metode rehabilitasi dengan sumber daya terbatas mengantar Dr. Soeharso bersama Ibu Soeharso sebagai penerima penghargaan “THE ALBERT LASKER AWARD” dari International Society for Rehabilitation of the Disabled tanggal 19 September 1969 di Dublin, Irlandia.